Seorang Teman

Ini bukan semata mata ingin menceritakan keburukan seseorang.
Ini lebih ke curhatan seorang teman yang merasa temannya tidak berada di pikirannya.

Tugas seorang teman lah untuk memberitahu dia jikalau dia ada salah dalam menjalani hidup ini.
Hal itu lah sudah dilakukan seorang teman supaya dia tidak terjebak dalam pikirannya sendiri.
Nasehat demi nasehat telah diberikan.
Sampai akhirnya bungkam.

Iya. Kami masih peduli sama kamu.
Maka dari itu kami menghujat kamu habis habisan. Ternyata kamu tidak bergeming dan tetap melanjutkan keadaan yang sebetulnya kamu telah dikhianati.
Tidak diakui.

Sebuah kata yang sangat tidak enak di hati. Tidak Diakui.
Bukan kami yang menjalani hal tersebut. Tetapi kami juga ikut merasakan apa arti kata tersebut.
Sakit.

Apakah kamu tidak sakit?
Sepertinya tidak. Kamu kemballi kepadanya. Seperti tidak ada kejadian apa apa.
Hati kamu terbuat dari apa?
Apakah otak kamu telah membatu?
Akal pikiran kamu sudah hilang lenyap dimakan kebutaan Cinta?

Maaf Cinta, aku membawa mu kedalam permasalahan sepele ini.

Tugas kami sebagai teman sepertinya sudah sampai pada ujungnya.
Kamu tidak menghiraukan apa yang kami katakan.
Itu untuk kebaikan kamu dan kamu tahu itu. Tapi tetap tidak berubah.

Kasihannya dirimu teman.

Archives