Menjadi Guide


Menjadi seorang tour guide itu tidaklah gampang. Hal ini gw buktikan November tahun lalu.
Membawa 2 keluarga jalan-jalan ke negeri seberang, Singapura.
Intinya mereka mau kesana untuk jalan-jalan sekalian menginjakkan kaki untuk pertama kalinya.
Baiklah gw menghendakinya.

Mulailah dengan memberikan pilihan jalan-jalan yang mereka inginkan. Mereka memilih Sentosa (depan Universal Studio dan Giant Merlion) lalu ke Merlion Park setelah itu ke China Town setelah itu ke Bugis buat belanja.

Lalu pergilah rombongan kecil itu. Gw memimpin. menjelaskan secara terperinci apa yang akan mereka hadapi di sana kelak *tsaaah* seperti apa yang boleh dan tidak boleh.
Rombongan itu terdiri dari 2 orang tua, 2 anak, 2 menantu, dan seorang cucu. Dan dalam benak gw ini bakalan ribet banget. Tapi karena udah dibayarin dan gak mungkin menolak menolong orang untuk merasakan negeri orang, ya sudahlah.

Sentosa Island. Cuma foto-foto di depan Bola Dunia USS. Jepret sana Jepret sini. lalu ke Merlion Raksasa. dan itu melewati seperti bukit yang mana ada eskalatornya. Tapi mereka bilang 'istirahat sebentar ya'. Duh, timbul masalah satu. Mereka tidak biasa jalan jauh. Oke gw turuti. Karena gw dibayarin. :P
Nyampe di Merlion raksasa, foto foto lagi dari segala angle. Setelah puas melihat lihat sekitar, akhirnya selesai. Menuju Merlion Park.

Sampai di Vivo City, seseorang anaknya bilang laper. dan kebetulan yang sudah buka di situ adalah Food Republic. Masuklah disitu. Gw suruh pilih mau makan apa tapi mereka bilang 'terserah mas aja mau makan apa'. Oh my God. Gw paling males kalo disuruh menentukan sesuatu seperti makan apa dan kemana. Takutnya mereka tidak suka apa yang udah gw pilih.
Akhirnya makanan jatuh pada nasi ayam. Tau sendirilah bagaimana rasa makanan di singapura itu. hambar dan asem. Mereka protes, 'mas, makanannya emang begini ya? kok rasanya aneh ya?'. Nah kan pilihan saya salah. Sudah diduga. Gw jelasin aja kalo emang rasanya seperti itu dan kenapa gak bawa bekal aja? *pastinya dalam hati*

Setelah puas makan, kami melanjutkan perjalanan ini ke merlion park. Menggunakan taksi tentunya. Bakalan sumpah repot banget kalau menggunakan MRT membawa rombongan sebanyak itu. Sampai di Merlion Park mulailah dengan foto-foto dari sudut pandang yang berbeda.
Gw tawarin ke suatu tempat yang bagus juga menjadi background foto mereka. Yaitu Marina Bay Sand. Tapi mereka menolaknya. Alasannya adalah 'jauh mas. tuh liat (sambil nunjuk jalanan). nanti capek' OK! you missed that chance!.
Setelah capek tersengat sinar matahari, kami berteduh di bawah jembatan yang ada di situ. Lalu memesanlah kopi Starbucks. Mereka belom pernah minum minuman seperti itu. Beklah.

Naik taksi lagi untuk menuju ketempat satu lagi, China Town. Mereka awalnya bertanya, 'mas, kok singapura punya cina town? bukannya seluruh singapura cina town?' pertanyaan klasik!. gw jawab aja kalo di china town pusatnya peradaban etnis cina di singapura. Di sana juga terdapat bangunan-bangunan tua yang terjaga. Dan banyak toko souvenir! mereka pun mengangguk. pertama kali memasuki area china town, mereka saja sudah masuk kesalah satu toko souvenir dan belanjaaaaa... horeee... akhirnya mereka bisa menikmati perjalanan ini.
Menghabiskan S$150 untuk souvenir, kami pun berkeliling-keliling lagi. Ke pura hindu etnis india dan ke kelenteng terbesar. Mereka tanya lagi 'kok di china town ada pura sih?' kurang tau gw mas. :P
Masuk kelenteng, keliling keliling sebentar lalu keluar dan HUJAN LEBAT!
Akhirnya hanya berteduh di kelenteng tersebut kira-kira sejam lebih. Terus gw tanya, kalo hujannya gak reda juga, gimana kalau ke mall? kita tinggal naek MRT aja. 'aduh mas, gak biasa ke mall. Dingin,' baiklah kalau begitu.
Gimana kalau ke Orchad Road? atau Bugis?
'ada apa disitu?' banyak toko dan bisa pamer ke orang kampung kalo pernah ke singapore dan toko ternama. 'males ah. capek. kan banyak banget pasti tokonya' BAIKLAH!

'mas, kita sudahin aja kali ya. udah capek nih' saat itu masih hujan rintik-rintik. Baiklah. Menuju Vivo City menggunakan MRT yang untungnya satu jalur gak perlu pindah kereta. fiuh.
sesampainya di Vivo City, gw tanya 'mau makan apa? KFC? McD?' karena yang rasanya hampir sama dengan makanan Indonesia ya itu. lalu mereka jawab 'mau makan yang ada nasinya' duh susahnya ini orang kalo bepergian! baiklah ke food republic lagi. dan mereka milih nasi steam yang di atasnya ada lauknya. trus bilang 'mas ini gak enak' haduuuuhhh.. aaaaaakkkk. dan gw hanya bisa senyum ajah.

Capek ngapa-ngapain dan males jalan jalan lagi di Vivo City (gw aja kalo kesana bisa nyasar sangking gedenya itu mall) kami pun langsung ke Harbourfront. Menunggu kapal.

Huh Hah!
ya begitulah perjalanan menjadi seorang guide amatiran. Mungkin kalo yang pergi usia muda masih enak kali ya mengeksplor sudut2 singapura. Tapi ya sudah lah. Yang penting mereka sudah ke singapura! dan sudah ada bukti patung merlionnya :P

Archives