Jogja Trip: Candi Prambanan

Ini kelanjutan #JogjaTrip yg lalu. Tapi ini bakalan loncat2 dan tidak urut sesuai hari. Ini sesuka hati saya saja.
HAHAHAHAHAHA.

Entah itu hari apa. Sepertinya hari setelah saya mendapatkan penginapan di Jalan Dagen Jogjakarta. Bernama Kunti. Bukan, bukan kuntilanak. Yang awalnya juga saya berpikir demikian.
Hari setelah saya pulang dari Solo. Belanja batik dengan kalapnya dan cuma dapet dikit sangking banyaknya toko batiknya. :)

Hari itu berencana ke Candi Prambanan. Bersama seorang teman. Janjian di tempat. Sudah di beri arahan oleh temannya teman. Harus naek busway saja. Soalnya Candi Prambanan ini masih didalam kota letaknya. Tidak seperti Candi Borobudur yang terletak di Magelang. Harus pake bus atau sewa kendaraan lainnya. Sebenarnya sudah ke Candi Borobudur, tapi nanti kebagian ceritanya kok.

Naek busway dari jalan malioboro menuju ke Candi Prambanan ini cukup jauh. Entah berapa kilo dan berapa jam. Kurang perhatian. Soalnya pada hari itu sedang tidak enak badan.
Hanya dengan membayar Rp. 3.000 saja, kita sudah sampai tujuan. Jika bingung, tanyakan saja kepada mas2/mbak2 penjaga buswaynya. Mereka dengan senang hati akan membimbing atau memberitahu harus menggunakan bus yang mana. Soalnya di jogja ada 3 jurusan; A, B, dan C (kalau tidak salah). Nah, dari Jalan Malioboro ke Candi Prambanan itu pake bus yang A. Bus ini juga sampai ke bandara. Karena ke bandara dulu baru ke Candi Prambanan. Jadi kalo mau pulang, mending mampir ke Candi Prambanan aja. Pasti bakalan telat deh. :P

Pas berangkat, saya itu memakai pakaian layaknya turis; sepatu sendal, celana pendek, kaos, bawa tas kamera, dan topi koboi. Nah topi ini lah yang menjadi pusat perhatian orang orang yang naek busway saat itu. Bukannya malah tertarik pada ketampanan wajah ini malah melihat topi koboinya. Topi ini gw beli di Candi Borobudur, Rp. 20.000 saja. Itu pun sudah di tawar sesadis2nya oleh temen saya. Dari mulai naekbusway sampai turun orang2 pada ngeliatin aja gitu. Tapi karena saya sebagai turis ya cuek aja kali. Walaupun rada malu sih. Hahahahaha

Sampai di stasiun terakhir busway yang berada di deket pasar. Lupa nama pasarnya. Katanya itu perbatasan antara jogja dan sleman or something. Dari shelter busway  (gak konsisten) tinggal pilih anggkutan (becak ato angkot) atau jalan kaki menuju ke prambanannya. Karena saya bertampang backpacker yang gagah berani, maka saya pilih jalan kaki. Untung2 supaya sehat. eh malah capek dong!
Ternyata jauh juga. Jadi, ada beberapa gerbang di candi prambanan itu. saya kira gerbang pertama itu adalah gerbang benerannya. eh ternyata itu untuk karyawannya. Yah, jalan lagi deh menuju gerbang satunya lagi, eh malah tutup. Ya udah ke gerbang utama saja.

Akhirnya saya tiba di Komplek Candi Prambanan. Candi yang dari dulu hanya bisa saya lihat di buku buku pelajaran sejarah semasa sekolah. Maklum anak sumatera dan anak pulau.
Hati itu menjadi sejarah #halah. Untuk dapat masuk ke Candi Prambanan, kita diharuskan membayar Rp.30.000 untuk keliling2 komplek candi prambanan. Jika ingin sekalian ke Candi Ratu Boko (yang katanya cikal bakal Candi Prambanan) cukup membayar Rp. 60.000. Tapi karena saya udah pernah ke Candi Ratu Boko (nanti diceritakan ya), saya hanya ambil yg Candi Prambanan saja.

Candi Prambanan berdiri megah
Tidak begitu banyak pengunjung hari itu. Ada beberapa bule bule prancis dan bule bule lainnya yg di temani guide. Hari itu sangat disayangkan. Mengapa? Karena candi utama atau candi siwa yang terdapat patung roro jonggrang di pasangi pager karena sedang dalam perbaikan yang diakibatkan oleh gempa beberapa waktu yang lalu. Tetapi candi candi yang lain bisa di naiki kok. walaupun nantinya bakalan pegel banget. Mana udara siang itu sangatlah panas terik. Hanya ada beberapa tempat duduk berpayungkan pepohonan kecil. Semakin siang semakin ramai orang berkunjung.

Puas berkeliling dan berpoto ria, saya dan teman saya pun pulang untuk lanjut menikmati jogja lainnya. Walaupun endak enak badan yang penting tetep jalan. rugi kalo gak jalan.
Kata temen saya itu karena laper, lah wong tadi pagi sarapan roti kok.
Ternyata, saya lupa buang aer besar jadi membuat badan ini sakit. Hehehehehe.

Cukup sekian!

Archives