Membongkar Isi Otak

Sedikit kacau pikiran akhir minggu di bulan november ini.
Banyak yang di tampung tapi sedikit yang di tuangkan.
Seharusnya ke dua 'di' diatas itu digabung seperti ini. Tapi males menghapusnya dan membetulkannya. Tolong hapusin yah, nanti aku kasih username dan passwordnya. Nomer telepon yang penting. Kalo bisa cewek. Biar bisa tepe tepe.
Bhihik.

Minggu ini gw masuk koran. IYA MASUK KORAN!!! Koran lokal sih. Coba deh cari tribun batam. Di rubrik youngsternya. Gw membahas tentang khasiat dan manfaat dari blog. Yang gw tau sendiri sih. Yang orang laen tau gak gw kasih tau. Habisnya orang laennya gak mau ngasih tau sih. Dan korannya laris manis. Apa karena ada muka imut dan cakep gw? *kemudian seluruh dunia muntah*

BTW, gw mau cerita sedikit hal yang gw alami beberapa minggu ini. Kemaren itu gw telah di audit oleh auditor dari salah satu departemen pemerintah. Tempat gw kerja, bukan gw nya. Jadi, selama berjelannya proses audit tersebut, para auditor bersikap aneh. Minta ini itu yang membuat kita ribet. Padahal kita sudah punya persiapan sendiri untuk menjamu tamu, tapi apa daya yang namanya tamu kan kita harus menservice dengan baik. Okelah masih bisa diterima. Kita akui bahwa kita ini masih lemah dalam administasi di segala bidang. Banyak temuan sana sini. Tapi yang gak enaknya itu di akhir audit. Jadi bos gw di panggil di hotel tempat mereka menetap sementara. Maunya sih membahas semua temuan audit kami, eh ternyata, mereka membahas yang lain. Mereka minta uang!!! Artinya mereka mau korupsi!!! Iya,kami emang belum bayar setoran ke negara. Tapi kan bukan harus di berikan kepada mereka. Mending ngasih ke negara saja yang bakalan di korupsi tanpa pengetahuan kita kan. Eh.
Tapi kami tidak memberikan yang mereka minta. Terserah deh mereka mau membuat laporan audit kami jelek atau tidak. Yang penting kami tidak melakukan sebuah perbuatan yang tidak terpuji. Membiarkan korupsi merajalela dimana mana. Hanya kami kasih oleh oleh saja dan selesai.

Itu cerita ku, apa cerita mu?

Sebenarnya, masih banyak yang ingin gw keluarkan di dalam otak ini. Tapi entah kenapa dikarenakan kebanyakan minum kopi kali ya semuanya jadi hilang.

Eh iya, kopi gw habis. Harus belanja ini.

6 responses to “Membongkar Isi Otak

  1. buset tulisa sepanjang ini tanpa enter :)
    tombol entermu ilang dud ? :D

  2. hihihi... itu ngetiknya di ipad. jadi kayak gitu. padahal kemaren ngetiknya ada enternya. uda ku perbaiki kok

  3. wah...

    syukurlah nggak semua "orang pemerintahan" doyan suap menyuap..

  4. Anonymous

    ati-ati loh mas dud, nanti blognya dihack sama para auditornya... :P

  5. Warisan jaman kolonial LONDO. Reformasi tidak menyentuh sisi moral manusia yang punya kepentingan, terutama untuk memperkaya diri.

    Tinggal bagaimana generasi muda yang ada di pemerintahan sebagai civil servant maupun pelaku bisnis yang merupakan rekanan bisa lepas dari budaya seperti itu. Apalagi auditor pada lembaga pengawasan internal (inspektorat) maupun eksternal harusnya bisa memberikan contoh ya.

    Salut buat kamu dan bossmu. Two tumb up 4 u.

Archives