Hari ini hari selasa. Seperti biasa batam puanasnya minta ampun.
Sudah beberapa bulan ini rakyat batam berdoa supaya di turunkan hujan tapi sepertinya tidak berhasil.
Sepertinya harus menari tarian hujan di lapangan temenggung deh...
Sudah siang, panas dan saya balek kerumah dikarenakan lagi makan siang (berhemat). Kebiasaan makan siang adalah ngidupin tipi buat ngeliat dunia lain. Selain acara bolang dan petualangan anak anak kampung, biasanya saya juga menonton berita berita yang ada di dunia lain tersebut.
Daaaan pada waktu itu saya buka tvone dan lagi menyiarkan siaran langsung rapat paripurna dpr. Saya perhatiin saja jalannya sidang tersebut. Sejenak saya berpikir, pasti akan berakhir ricuh dan hantam menghantam.
Tidak lama setelah saya berpikir demikian, ternyata menjadi kenyataan (punya bakat meramal saya), para anggota dpr dpr tersebut malah salin teriak teriak tak terkendali di karenakan tidak di kasih kesempatan untuk berbicara menanggapi keputusan pansus tersebut.
Dan akhirnya pimpinan dpr menghentikan rapat ricuh tersebut.
Saya sebagai warga negara yang telah menggunakan hak pilih saya pada pemilu kemaren merasa malu punya wakil rakyat yang tidak memiliki etika dan aturan yang disiplin.
Semua ingin memberikan suara. Entah mana yang ingin didengar entah mana yang benar.
Rakyat merasa dipusingkan. Bukannya menjadi contoh bagi rakyatnya.
Aaaahh... Entahlah.
Sampai tulisan ini ditulis, masih aja tipi2 duni lain ini ngebahas itu. Mencari yang salah dan entah siapai yang benar. Kacaaaaaauuuuu....
*si bos streeesss hari ini. Tidak marah2 tapi ngomel ngawur ngidul. Panas kupingku*
Sent from my BeBek®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
http://dudidit.blogspot.com
Post a Comment