Singapore in One Day (part 1)

Gw gak bakalan ngasih bacaan dalam bahasa inggris. Lah wong pake bahasa indonesia aja belum sepenuhnya benar.
Oke, terus?

Jadi, Tanggal 9 kemaren, dan sebelumnya tanggal 8 itu gw wisuda. IYA! AKHIRNYA GW LULUS JUGA DARI KULIAH!!! WOHOOOOO.... tapi cuma D3 sih. Mungkin akan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Punya anak gitu. eh.

So, rencana ke singapura ini tidak di rencanakan jauh jauh hari. Malam minggu setelah karaokean ama beberapa teman lah rencana ini muncul. Ya sudah, ayok saja.
Jam 5.30 sudah berada di Pelabuhan Ferry International Batam Centre. IYA.. JAM 5.30!!!!. Dikarenakan kita mau jalan-jalan seharian di negeri singa tersebut dan gak mau buang buang waktu. jadi di manfaatkan sebaik mungkin. Menggunakan ferry Penguin berangkat jam 6 dan membayar S$39 pulang pergi. Sudah termasuk pajak di Indonesia dan harus membayar lagi S$6 pada saat pulang ke Indonesia dari Singapura.

Menjejaklah kaki di Singapura. Jam 8.00 waktu setempat. Ini kali kedua gw ke Singapura.
Tujuan pertama ketika sampai adalah mencari loket untuk membeli EZlink. Sebuah kartu yang di gunakan untuk transportasi MRT di sana. Hanya membayar S$12 kita sudah mendapatkan kartu tersebut yang isinya S$7 dan bisa diisi ulang minimal S$10 di loket loket yang berada di setiap stasiun MRT.
Berangkatlah kami ke Science Center Singapore yang terletak di Jurong East. Agak jauh dan sangat jauh kalau jalan kaki. Pergunakanlah angkutan umum yang nyaman seperti MRT dan Bus. Kami memilih MRT yang di mulai dari Harbour Front ke Outram Park untuk mengganti MRT yang berlogo EW (East West) dan lanjut ke Jurong East MRT terminal. Memakan waktu sekitar 20 menit-an. Untuk rute dan jadwal MRT di Singapura bisa didownload disini.

Jurong East. Oke. terus dimana Science Center berada?
Enaknya di singapura adalah segala sesuatu petunjuk arah itu jelas dan lengkap. Jadi di setiap stasiun ada peta daerah-daerah terdekat. Jadi tinggal lihat dan voilaaa... nyasar. bhahak!.
Enggak ding. Kemaren itu kami lagi liat liat di peta daerah sekitar, terus di datengi ibu ibu petugas stasiun gitu. Mungkin karena di karenakan kami turis yang cakep cakep. Di tanya mau kemana. Kami jawab ke Science Centre. Lalu dia dengan cepat menjelaskan di atas peta kemana tujuan kami.
Dengan mengikuti intruksi dari ibu ibu tadi, kami berjalan hanya dengan 20 menit sudah sampai di Science Centre Singapore
Harga tiket masuk ke wahana ilmiah ini bervariasi. Tergantung kita mau kemana. Disini ada IMAX Theatre, Snow City, dan Science Arena. Untuk Science Arena dan IMAX Theatre (bisa di ganti dengan Snow City) dengan tarif S$16 dan untuk menikmati seluruhnya, hanya membayar S$24. Jadi kami pilih semuanya.
Atraksi pertama adalah IMAX Theatre bertema Hubble Satelite. Ruangan dengan layar setengah lingkaran dan kursi tersusun keatas. Pertama kali masuk akan merasa pusing. Entah kenapa. Mungkin jiwa-jiwa kampungan masih ada di dalam diri kami.
Di IMAX Theatre ini, kita tidak perlu menggunakan kacamata 3D lagi. Dikarenakan proyeksi gambar sudah seperti 3D. Pertunjukkan sekitar 20-30 menit. tergantung dengan tema yang kita pilih.

Selanjutnya kami ke Snow City. Sebuah arena yang dingin dan ber-ala ala salju gitu. Minus 7 derajat. Disini, kita di berikan jaket dan sepatu secara percuma. Untuk sarung tangan, celana (jika tak mau basah), dan kaus kaki (jika tak bawa kaus kaki) dikenakan sekitaran S$2,10 / item. Disediakan loker untuk menyimpan barang bawaan yang hanya perlu S$1 untuk menguncinya. Ketika masuk arenanya dengan berpakaian seperti bantal sangking tebelnya, hawa dingin sudah menyeruak. Tambah dalam, TAMBAH DINGIN MAMPUS!.
Padahal sudah di lapisi dengan hal-hal anti dingin tapi tetep aja dingin. Didalam arena Snow City ini kita bisa seluncuran menggunakan ban dari atas bukit dan bisa bermain main salju (es buatan yang rasanya asin). Sayangnya, arena bermain salju buat lempar lemparan ini sangatlah sempit. Jadi tidak leluasa kesana kemari. Waktu bermain kami 1 jam, tetapi hanya bertahan beberapa menit saja karena kami orang kampung yang tidak bisa kedinginan. Oh iya, di Snow City ini kita tidak di perboleh kan memotret menggunakan gadget apa pun. Di dalemnya ada tukang foto yang akan memotret adegan adegan kita meluncur dan berpose di snow man dan membayarnya sekitar S$20 untuk ukuran 6R di kasir.

Beranjak dari Snow City, kami keliling keliling Science Arena. Namanya juga sciene, ya berbau ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Mulai dari eksperimen angka, gambar sampai ada proyeksi angin tornado serta bagaimana pusaran air di samudra semua di pertunjukkan disini. Rame dengan keluarga keluarga yang mengajari anak anaknya bagaimana ini dan itu terjadi. Seru.
Sebenarnya ada satu atraksi yang ingin dilihat, yaitu tornado api. Tetapi saat itu sedang tidak beroperasi.

Kami keluar dari Science City sekitar jam 11 siang waktu setempat dan berlanjut ke daerah kota. Marina Bay.

Bersambung....

4 responses to “Singapore in One Day (part 1)

  1. hoak nih skrinsut cuma ujung tembok doang, mana singanyaaaa :D

  2. ahhhh....qo dit, kmrn aja katenya tak nak kesana

  3. wahhh...itu makanan para koruptor...brarti kita... :p

  4. jadi... kemaren aku ditinggal? T-T

Archives