18.2.11

Jumat

Hari kerja terakhir.

Hari yang banyak ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang bekerja dalam 5 hari.

Hari yang dibenci bagi yang bekerja selama enam hari atas ke-iri-an mereka terhadap yang bekerja selama 5 hari.

Hahahahahha

Hari ini saya rasa terasa singkat, karena apa?

Karena ini hari jumat.

Hahahahahah

Kerjaan tidak menumpuk seperti hari-hari kerja lainnya.

Saya hanya mengerjakan rekapan pajak gaji perusahaan saya.

Ya, saya bekerja sebagai accounting yang kadang-kadang merangkap kasir di salah satu universitas negeri pertama di Batam.

Entah mengapa saya senang sekali jika sudah hari jumat.

Mungkin karena besoknya libur dan bisa bangun siang (halah, bangun tetep pagi juga)

Atau mungkin harinya yang singkat? Masih menjadi misteri *halah*

Dari pagi sampai saya menunaikan sholat jumat tidak ada keluhan dan saya pun senantiasa senang melakukan pekerjaan saya.

Tapi sewaktu jam makan siang sesudah sholat jumat, terjadilah yang disebut ‘godaan’ dalam menjalani No Complaint Week.

Yaitu hasrat ingin mengeluh.

Keluhan ini bukan berasal dari kerjaan atau orang lain.

Melainkan dari saya sendiri.

Apa yang terjadi?

KUKU JEMPOL TANGAN KIRI GW PATAH!!!!

Yak, langsung keluar desahan ‘aaaaahhhhh’, ‘uuuuuuhhhh’

Dan yang terakhir sebuah mantra ajaib ‘KAMPRET!!!!’

Emang tidak berdarah, tapi rasa sakitnya itu loohhh... seperti terjepit pintu dan tiba-tiba tangan kita membiru. Nah tu, coba bayangkan, pasti sakit kan?

setelah kejadian itu, saya langsung komen di blognya mas Henry Manampiring tentang No Complaint Week.

Saya ‘mengadu’ kalo saya punya kejadian seperti diatas.

Dan mas Henry memberikan jawaban kalau ngeluh karena sakit tidak di perhitungkan.

Apaaaa???!!! *mata membelalak, kepala goyang kanan kiri* *ini lagi disko y?*

Saya merasa senang juga kalau tidak dianggap sebagai keluhan.

Berarti saya lulus dong hari jumat itu?

Ya kan? YA KAN?!

Tapi tetep aja saya merasa gagal menjalani No Complaint Week hari ini.

Malam hari saatnya balas dendam terhadap keluhan hari ini.

Saya pergi sama teman-teman untuk menikmati Ayam Sambel Ijo yang super pedes.

Saya pernah posting tentang Ayam Sambel Ijo DISINI.

Biasanya saya mengeluh jika makan disini.

Karena apa?

Yak, makanan yang disajikan lamanya minta ampun

Hampir satu jam lebih.

Untung saya bersama teman-teman jadi tak berasa lamanya *walaupun perut sudah berbunyi*

Dan setelah menunggu lama akhirnya saya menikmati hidangan yang super pedes itu.

Dan PUAS!!!

Huahahahahahah....

Archives