Kita semua pasti pernah merasakan yang namanya kehidupan remaja.
Entah itu SMA atau SMP.
Di SMP ato SMA itu sering terjadi kesenjangan sosial. Antara yang keren dan tidak.
Yang keren, sering berkumpul di luar sekolah, tidak menghadiri acara sekolah, dan orangnya cakep cakep dan cantik cantik.
Lain lagi yang tidak keren atau tidak populer. Pulang sekolah langsung pulang ke rumah, mainnya dengan buku dan sering menjadi candaan oarang populer, sering mengikuti kegiatan sekolah karena tidak ada orang lain yang mau.
Saya pun merasakan hal yang sama ketika saya SMP dan SMA. Di SMP, saya menjadi anak2 yang tidak terlalu populer dan tidak terlalu tidak populer. Biasa2 saja tetapi saya di kenal semua orang (pede kebangetan). Di satu sisi saya sering terlibat berbagai acara dengan orang orang yang tidak populer, ikut sanggar tari, Kompang (alat musik tradisional riau seperti rebana) dan lain-lain.
Tak jarang juga saya berkumpul kumpul bersama orang orang populer di SMP sepulang sekolah. Duduk di warung warung yang mereka anggap nyaman dan sangat ramai (walaupun itu warung kopi. Dulu tidak banyak duit jd nongkrongnya di warung kopi. :P).
Selama menjalani yang namanya 2 pergaulan itu, ada kecocokan pada saat saya bersama orang orang yang tidak populer. Dan merasa sedikit cocok dengan yang populer. Di akhir penghujung kelas 3 SMP, saya membuat atau lebih enak di bilang terbuat dari keinginan sendiri untuk membentuk kelompok non populer tapi sangaþ di kenal di SMP (apakah itu jadinya populer?). Berisikan teman2 sekelas dan lain kelas. Dan berjalan tanpa ada bentrokan dengan yang sudah populer.
Dengan pergaulan saya ini selama SMP, saya merasa sangat di kenal di sana sini. Coba tanya sama orang siapa she yang gak kenal dudi (over pede again).
Di masa masa SMA, saya menjadi salah satu anak yang populer. dikarenakan satu angkatan hanya berisikan 70 orang saja (sekolah swasta), jadinya tidak ada yang tidak populer mungkin bisa di bilang kurang populer. Dikarenakan apa? Mereka jarang tampil menonjolkan diri di depan publik. Lah saya, baru masuk SMK aja sudah berdandan ala anak breakdance dengan slayer diikatkan di kepala. Dan itu menarik perhatian kakak2 osis. Dan saya juga menjadi objek kekonyolan kakak2 osis yang bakalan membuat saya populer di penjuru sekolah. Coba tanya satu persatu anak alumni disekolah saya, siapa seh yang gak tau DUDI? (Over over pede). Dan emang bener itu.
Selama di SMK, saya menjabat di Osis sebagai wakil ketua 2 yang bertidak melebihi wewenang wakil ketua 1. Karena wakil ketua 1 tidak begitu efisien menjalankan fungsinya.
Sampai kelas 3 pun saya dan kelas saya sangatlah populer.
Y begitulah kehidupan anak remaja (sebagian besar cerita saya).
Sebenarnya banyak lagi cerita2 yang menarik, tapi jempol saya sudah menjerit karena memposting ini lewat BB. Hahahahaha....
Sent from my BeBekGemenong®
powered by Sinyal Kuat Sekali INDOSAT
http://dudidit.blogspot.com
http://di2tphoto.blogspot.com
like this!
tengkyu "suka ini"nya mr kampret :P