Rubik


Sebenarnya mainan ini sudah saya kenal sejak saya kecil.

tapi kala itu tidak ada ketertarikan buat bermain dengan barang yang berbentuk kubus dengan warna warni yang saling berbeda (jelas lah).
pernah di belikan sekali oleh si bapak, tapi berakhir hanya di putar putar tanpa pernah di selesaikan. sudah pusing duluan melihatnya daripada menyelesaikannya.
dan sekarang barang itu entah kemana.

Dan, kemaren (lupa kapan) si bang Oki dan Mamang Irfan mengingatkan ku terhadap itu benda yang berkubus dan punya warna warni.

Dan kemaren (ini ingat, benar2 kemaren tgl 15 mei 10) adek saya membeli sebuah rubik buatan china yang mudah rusak dan ringan. seharga 30.000 dan yang bagus seharga 45.000. kenapa gak beli yang bagus sekalian seh? dia enteng menjawab "itu aja dulu, klo rusak baru beli baru lagi". Bendungan!!!! *bendungan=dam/n?*
bukannya beli sekaligus yang mahal dan awet lah kok malah beli yang mudah rusak dan tinggal beli baru. pikiran anak-anak.

Dan sedari tadi sepanjang hari minggu saya pun mengutak ngatik itu benda dan tetap desperate. gak bisa menyelesaikan. walaupun si adek sudah punya rumusnya. ckckckckck...
tadi browsing-browsing tentang rubik tersebut, dan menemukan rumus-rumus dari mbah Google. nanti ketika dirumah bakalan di coba untuk menyelesaikannya.
wish me can do it!!! *amin*

Archives