Hunting Bareng KFV di Tanjung Uma Batam

Sebenarnya hobi gw adalah membaca, maen game, jalan2 dan melakukan aktivitas laen yang mengasah kreativitas gw.
Tetapi belakangan ini mulai bertambah dengan hadirnya blog, jadi dalam kesempatan (jika ada) gw akan ngeblog tentang kejadian gw ato ada hal2 yang aneh.
Satu lagi hobi yang bakalan akan gw perdalam lagi adalah fotografi. Sebenarnya gw suka untuk dipoto (bukan banci poto) hanya untuk narsis2an aja sama teman.
Dari ketidak sengajaan bertemu dan berkawan dengan para blogger batam yang juga punya hobi fotografi, jd gw berminat untuk mengikuti jejak mereka. Tetapi yang disayngkan ialah GW GAG PUNYA KAMERA YG GEDE.
Alhasil gw pake kamera poket yang sangat-sangat-sangat jadul dan di kalahkan handphone dengan kamera 5megapixel sedangkan kamera gw cuma 4megapixel. Hwehehehehehe...

Well, kemaren baru hunting poto di daerah Tanjung Uma. Salah satu daerah pesisir pantai yang masih asli lengkap dengan bahasa melayunya.
Untuk menjangkau area yg umumnya tinggal di pelatar *rumah diatas laut* kita bisa memilih antara jalan darat dan jalan laut. Jika menggunakan jalan laut tinggal naek perahu yg bernama pompong. Trus nyampe dah langsung di pelatar.
Jika menggunakan jalan darat hanya sekitar 15 menit dari daerah pusat kota nagoya. Awalnya tema untuk hunting poto kali ini adalah lanscape, dan bertanya pula "kok poto lanscape ke tg. Uma y?".
Setelah sampe sana, eh ternyata yg di poto adalah human life. Jd kehidupan di atas pelatar yg beralaskan kayu itu bagaimana dan kehidupan pasar yg yerletak di ujung menuju ke darat.
dengan hunting ini gw jd berpikir tenyata hidup ini complicated banget. Melihat perkembangan batam yg sangat pesat ini sangat kontras sekali dengan kesidupan di daerah tanjung uma ini. Berasa desa banget. Padahal dri situ kita bsa melihat bangunan2 tinggi di batam.

Tapi yg gw sayangkan ialah, laut yang menjadi tempat tinggal mereka tidak mereka jaga. Banyak sampah yang mengambang tak tentu arah. Belum lagi air yang sangat itam dan berbau menyengat. Entah kenapa mereka bisa hidup disitu dengan kondisi seperti itu.
Bukannya mau menjudge mereka jorok atau apa, tetapi kenapa tidak di galakkan untuk membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan air laut yang berserakan di mana-mana. Apa masyarakat yg tidak sadar dan peduli atau emang menjadi tradisi dari jaman dahulu? Entahlah...





*ngeblog pake blackberry capek wakz*

Archives